CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 04 Mei 2013

Playfull/ Naugty kiss episode 1

Di sebuah taman fantasy, seorang pemuda berbaju putih berdiri di tengah taman dan mencium bunga yang mekar. Pemuda itu (Kim Hyun-jung dunk….) berjalan dan menemukan seorang gadis (Jung So-min tentunya) yang sedang tertidur bersandar di bawah pohon. 



Pemuda itu mendekati dan mencium gadis itu dengan lembut lalu jalan pergi.





Gadis itu bangun dan melihat seekor kuda putih yang..mengedipkan mata padanya! Gadis itu meleletkan lidahnya, kuda itu menjauh. 


Gadis itu mengikutinya dan kuda itu berubah menjadi si pangeran tampan. 


Pangeran itu mendekatinya dan kali ini gadis itu bersiap untuk dicium....


Di dalam kelas, Ha-ni masih memikirkan mimpinya dan guru kelas Ha-ni memanggilnya, Oh Ha-ni...


Ha Ni : Iya..?
Guru : Apa yang dipikirkan Oh Ha Ni kita pagi-pagi ini? Semua temannya tertawa.

Guru mengomeli dan menjewer teman2 Ha-ni yang sama sekali tidak memperhatikan. Ada yang tidur, ada yang hanya melamun dsb. Guru berkata aku tahu apa artinya jadi senior (kelas 3) di Korea Selatan. Guru kelas berdiri di depan Bong Jun-gu yang terus melihat ke arah Ha-ni dengan terpesona, kau lihat apa? Lalu Jun-gu langsung duduk tegak.
Guru : Meskipun sangat berat, tapi apakah kalian tahu betapa beratnya guru kelas 3? Apa kalian tahu betapa memuakkan menjadi guru? Ha? dan murid-muridpun terdiam...

Saat istirahat, teman-teman Jun-gu bermain musik "akustik" (artinya pakai apa saja hehehehe...kreatif....) di ruang makan. Ha-ni dan kedua temannya makan sambil ngobrol mengenai nilai mereka. Mereka bertiga selalu ada di urutan terbawah ranking di kelas, jadi mau apa lagi? Selalu ada yang paling bawah kan?
Min-ah tanya rumahmu sudah selesai? Kau tidak akan mengadakan pesta masuk rumah?
Ha-ni mengeluh ia sama sekali belum sempat beres-beres. Ju-ri mengusulkan, kau minta Jun-gu saja yang melakukannya, apa kau tahu tadi dia melihatmu seperti ini...dan Ju-ri menunjukkan ekspresi Jun-gu yang memuja Ha-ni.
Min-ah heran melihat Ju-ri yang makan terus, apa kau tidak bosan? 
Ju-ri : Apa? ini? tanyanya sambil menunjuk daging di tangan-nya..ah..kalau anak penjual kaki babi bosan dengan kaki babi, lantas siapa yang akan makan? Ha-ni-ah..apa kau bosan dengan mie buatan ayahmu?
Ha-ni : Aku tidak akan pernah bosan dengan mie buatan ayahku
Ju-ri : Setuju..setuju.mie buatan ayah Ha-ni memang enak..
Min-ah : Setuju..
Hong Jang-mi lewat dan menyapa mereka sambil lalu, padahal ia junior kalau dibandingkan ketiganya. Jang-mi memasukkan koin ke vending machine untuk soda, ternyata koinnya nyangkut. Jang-mi disini terkenal sebagai gadis yang menyebalkan, ia selalu merasa yang paling hebat.

Ha-ni merasa ini saatnya unjuk gigi, dengan percaya diri, diiringi musik akustik teman-temannya plus tap-dance mereka, Ha-ni mendekati mesin, mengetuk mesinnya sambil tersenyum. Ia meregangkan otot2nya, mengambil kuda-kuda dan menendang mesin minuman ringan itu, dan voila...pocari sweat-nya keluar! Ha-ni bangga sekali dengan tindakan-nya dan ia merasa sudah menang 1-0 terhadap Jang-mi yang selalu bertingkah superior.


Ha-ni kembali ke tempat duduknya bersama Jung Ju-ri dan Go Min-ah. Ha-ni membicarakan Baek Seung-jo, siswa paling hebat di sekolah mereka. Coba saja, Seung-jo itu bukan hanya genius, tampan, dia juga tinggi, kaya.
Dia punya kemampuan atletik dan juga hebat dalam aktivitas ekstrakurikuler lain. Ju-ri dan Min-ah sudah bosan mendengar khayalan Ha-ni. Mereka hanya menggeleng-geleng saja ketika Ha-ni berkata kalau Seung-jo itu adalah roh hutan.
Ha-ni : Aku mengerti sekarang bagaimana perasaan vampir, melihatnya begitu mempesona sampai membuatku ingin menggigitnya.

Seung-jo muncul di ruang istirahat. Tenang dan kalem. Jalan dengan anggun ke arah mesin minuman ringan, cuek saja dengan pandangan para gadis yang terpesona padanya. Ha-ni membeku, jantungnya berdetak kencang melihat Seung-jo jalan mendekat, ia salting...:))
Hong Jang-mi mendekati Seung-jo dan menawarkan minumannya, dan bertingkah seolah-olah mereka berdua teman dekat. Jang-mi berani sombong karena tampaknya ibunya dan ibu Seung-jo berteman.
Seung-jo juga tidak menggubris Jang-mi, tapi ia mengalami hal yang sama dengan Jang-mi, koinnya tersangkut di mesin itu ! Jang-mi merasa punya kesempatan mempermalukan Ha-ni dan ia memanggilnya, Senior Ha-ni! Ini tidak bisa keluar! Cepatlah Ha-ni! 

Jang-mi sengaja melakukannya. Ha-ni merasa segan tapi juga tidak bisa menolaknya.

Akhirnya Ha-ni jalan menuju mesin, masih diiringi musik akustik plus tap-dance haha dan sengaja tidak memandang Seung-jo dan langsung menendang mesin itu. Minuman Seung-jo keluar dengan mudah!
Seung-jo melongo! Ha-ni merasa sangat malu, ia tidak ingin Seung-jo mengingatnya seperti ini.
Ha-ni tidak melihat ekspresi Seung-jo yang bengong melihatnya, sepertinya Seung-jo mulai ada kesan terhadap Ha-ni.


Seung-jo berbalik tanpa mengatakan apa-apa, tapi Ju-ri tidak ingin usaha Ha-ni sia-sia dan ia menolong temannya itu dengan memanggil namanya keras2 : Oh Ha-ni! OH HA NI!!! tujuannya agar Seung Jo mendengarnya hahaha..dan Seung-jo memang jalan kembali menuju mereka.

Ha-ni berdiri dengan grogi, ia pikir Seung-jo mungkin akan mengatakan terima kasih? Ternyata..Seung-jo kembali untuk mengambil kembalian dari mesin itu! Ha!!!!


Ju-ri dan Min-ah mendorong Ha-ni untuk mengakui perasaan-nya pada Seung-jo. Kita akan segera lulus, jadi kau harus mengambil kesempatan ini. Ha-ni memutuskan untuk mencobanya, tapi bagaimana caranya?
Ju-ri dengan bercanda menyarankan agar Ha-ni mengenakan kostum Gollum (Lord of the Ring) dan memanggil Seung-jo dengan "Yang berharga" dan Ha-ni menyukai ide itu! Ju-ri benar2 tidak percaya..
Min-ah menyarankan bagaimana kalau dengan tarian, seperti hewan yang akan kawin?
Ini membuat Ha-ni berkhayal lagi. Ha-ni menari balet (Jung So Min memang mempelajari balet), tarian Swan Lake atau Danau Angsa.


Seung-jo adalah sang Pangeran. Keduanya menari dengan anggun, Seung-jo mengangkat Ha-ni ke atas dan...melemparkannya! 


Di kelas menggambar, Jun-gu bersedia menjadi model demi Ha-ni, Jun-gu berpikir paling tidak dengan begini Ha-ni akan melihatnya. Tapi sayangnya Ha-ni hanya memikirkan Seung-jo.
Kasihan Jun-gu, sepertinya usahanya sia-sia saja. Jun-gu harus berpose seperti orang lari dan ia tidak boleh bergerak, kakinya semakin pegal dan keringat menetes dari dahinya, ia tidak tahan lagi. Tapi Jun-gu bersumpah dalam hati ia akan tetap menahannya demi Ha-ni, karena Ha-ni melihatnya.
Padahal..Ha-ni menggambar sih tapi ia mencoret-coret kata : Pengakuan..tarian perjodohan..Gollum..


Kelas menggambar selesai, Jun-gu mengintip hasil lukisan Ha-ni, ternyata Ha-ni menggambar tubuhnya tapi kepalanya adalah kepala Seung-jo!


Di rumah, Ha-ni tenggelam dalam pikirannya, ia berpikir bagaimana caranya mengaku perasaan-nya pada Seung-jo. Ayah Ha-ni mengerti pikiran putrinya. Anaknya pasti sedang jatuh cinta, meskipun Ha-ni mengaku ini adalah cerita mengenai "teman-nya", ayah Ha-ni bercerita bagaimana ia mengaku perasaannya pada ibu Ha-ni waktu itu.

Kata-kata ayahnya membuat Ha-ni masuk ke dalam khayalannya lagi, Ha-ni dan kedua teman-nya adalah anggota geng motor dan ia memojokkan Seung-jo. Seung-jo jalan mundur menghindari Ha-ni, Ha-ni berkata, kau memilih bersama denganku atau mati.


Dan meskipun itu dalam khayalannya, ternyata Seung-jo memilih masuk ke peti mati! Astaga (dua pria sudah "dibunuh" Jung So-min (di Bad Guy dia bunuh appa Nam-gil! hahahahaha...)

Ayah menyadarkan Ha-ni dari khayalannya dan berkata kalau sepucuk surat cinta yang tulus akan berhasil. Ha-ni setuju, ayahnya benar.

Ha-ni membuat surat pernyataan dan menyelipkan ke loker Seung-jo, Ha-ni menunggu dengan gugup. Kira-kira apa tanggapan Seung-jo.
Seung-jo lewat di ruang istirahat dan tampaknya tidak mengingat Ha-ni sama sekali, Ju-ri teriak memanggil nama Ha-ni lagi, ia berniat agar Seung-jo memperhatikan temannya. Kali ini, Min-ah ikutan. Akhirnya Seung-jo bereaksi.
Seung-jo : Apakah kau Oh Ha-ni? Seung-jo jalan mendekati Ha-ni dan teman-temannya. 


Seung-jo menyerahkan surat padanya. Anak-anak berkumpul dengan penuh rasa ingin tahu. Ha-ni mulai merasa deg-degan lagi. Ha-ni menerima surat itu dan membukanya, aku bahkan tidak berharap kau menjawabnya.

Tapi ketika Ha-ni membacanya, air mukanya berubah. Ia kelihatan sangat kecewa.
Jang-mi mendekat dan merampas kertas itu, lalu membacakannya. Ternyata Seung-jo tidak menjawab pernyataan cintanya, tapi justru memberi nilai pada surat itu. 
Dan nilainya saudara-saudara adalah : D- (D Minus)
Tidak ada usaha sedikitpun dari Seung-jo untuk menyembunyikan cemoohan-nya pada apa yang telah dilakukan Ha-ni. Terlihat jelas di wajah Seung-jo, dan untuk menambah penghinaan bagi Ha-ni, Seung-jo berkata : Maaf, tapi aku benci gadis bodoh!
Semua murid mendengarnya. Mata Seung-jo terlihat dingin dan sinis. Ha-ni merasa malu dan hancur perasaan-nya, ia tidak bisa berkata apa-apa.

Tepat saat itu, Bong Jun-gu yang mendengar keributan itu datang bersama pengiringnya, anak-anak yang memiliki nilai terendah di kelas, tapi punya musikalitas tinggi. 
Jun-gu berhadapan dengan Seung-jo dan ia ingin Seung-jo minta maaf pada Ha-ni.



Seung-jo : Minta maaf? untuk apa? karena aku mengoreksi ejaan-nya yang salah?
Jun-gu tidak sabar lagi dan ia memutuskan untuk menyerang Seung-jo. Jun-gu mengayunkan tangannya, tapi Seung-jo menghindar dengan cepat, tetap kalem, bahkan dengan tangan masih di sakunya! (waaah Ji-hoo...cool....:))
Jun-gu tetap ingin cari perkara dengan Seung-jo tapi Seung-jo memandangnya dengan pandangan : Lebih baik jangan cari perkara denganku!
Kepala Sekolah datang dan melerai mereka. Kepala Sekolah langsung menyalahkan Jun-gu dan menyuruh Jun-gu ke kantornya. (Ini nih..kebiasaan guru yang tidak adil, tidak tanya dulu, tapi cenderung menyalahkan murid dengan ranking rendah....huuuuh...)

Setelah Kepala Sekolah pergi bersama Jun-gu, Seung-jo menunjuk ke arah papan yang ditempatkan di ruang istirahat, yang menunjukkan hasil tes.
Ha-ni dan semua teman-nya ada di posisi warna ungu, yang terendah. Sedang kan Seung-jo menunjuk ke diagram kedua, yang menunjukkan 50 murid yang memiliki nilai tertinggi dan berhak masuk ke ruang belajar istimewa setiap bulan.
Seung-jo menyindir Ha-ni dan berkata Ha-ni hanya menyia-nyiakan waktunya daripada benar2 memikirkan masalah yang penting : Aku benci gadis yang tidak punya pikiran.

Ha-ni benar2 putus asa, karena kenyataan-nya, dia memang ada di tingkat terendah. Seung-jo berbalik dan dengan dingin jalan meninggalkan mereka.


Ha-ni frustrasi, tapi ia menyalurkan frustrasinya dengan lari keliling sekolah. Setelah puluhan kali lari, Ha-ni kecapaian dan ia terjatuh di tangga batu.
Ju-ri mengeluh, Ha-ni...ah kau sudah lari 34 kali, berhentilah.

Ha-ni mengulurkan tangan dan berkata kurang 2 kali lagi, dan ia terus lari. Ha-ni jatuh lagi dan nafasnya terengah engah.
Min-ah mendekat dan mengulurkan tangannya, lalu Ju-ri juga, sudahlah, ayo berdiri. Mereka membantu Ha-ni dengan menggandeng tangan Ha-ni dan lari bersama! wow..sweet..
Berita tentang surat cinta Ha-ni yang ditolak Seung-jo tersebar ke seluruh penjuru sekolah. Semua bergosip tentang Ha-ni. Membuat Ha-ni jadi bahan tertawaan. 
Bahkan ketika di kantin, saat mereka antri makanan, teman-teman Ha-ni juga berdiri sambil bergosip. Ha-ni jalan ke ibu kantin dengan wajah tertunduk. Ibu Kantin kasihan dengannya dan memberikan nasi yang banyak untuk Ha-ni.
Ha-ni kaget, banyak sekali? Ibu Kantin berkata, makanlah yang banyak, kau perlu energi. Orang Korea suka sekali gosip ya, bahkan ketika Ha-ni di toilet, ia juga digosipkan oleh 2 orang bibi yang membersihkan toilet! What?


Ha-ni dan ayahnya akhirnya masuk ke rumah baru mereka yang selesai di renovasi. Keduanya membongkar barang2 mereka. Ayah menyadari Ha-ni murung dan menebak kalau pengakuannya tidak berjalan dengan lancar.
Ayah Ha-ni mencoba menghibur putri tunggalnya. Ayah menemukan sesuatu dari masa kecil Ha-ni, yaitu cetakan tangan orang tua Ha-ni bersama dengan cetakan tangan dan kaki Ha-ni ketika bayi. Cetakan itu membuat Ha-ni ceria lagi.
Ketiga teman Ha-ni, Ju-ri, Min-ah, dan Jun-gu datang untuk merayakan kepindahan mereka. Ketiganya mengagumi rumah Ha-ni yang luas dan lantai dua yang baru selesai dibangun. 
Mereka semua duduk makan dan menikmati masakan ayah Ha-ni yang lezat (Kang Nam-gil menjadi ayah yang pintar masak lagi hehe, sebelumnya ia jadi ayah Chae-gyeong yang juga pintar masak). Ayah mengeluh mengapa Ha-ni tidak mengikuti bakatnya dalam memasak.
Jun-gu berkata agar ayah tidak perlu khawatir, ia nanti yang akan mengurus mereka berdua. cie..

Teman-teman Ha-ni yang lain menertawakan Jun-gu yang terlalu percaya diri. Jun-gu jadi malu dan membenturkan kepalanya ke tembok yang...membuat serangkaian retakan demi retakan..dan hancurlah rumah Ha-ni!
Ternyata ada gempa bumi yang melanda daerah itu, anehnya, rumah-rumah yang lain hanya bergetar biasa saja dan tetap utuh tidak kurang apapun, tapi rumah Ha-ni..hancur.


Paginya, ketika Ha-ni berangkat sekolah dengan teman-temannya, seorang wanita misterius terus mengambil gambar Oh Ha-ni. Anak-anak yang melewati Ha-ni terus melihatnya dan berbisik-bisik.

Akhirnya Ha-ni tahu alasannya, Jun-gu dengan microphone mengumumkan bencana yang dialami Ha-ni dan keluarganya dan ia meminta sumbangan pada semua teman-nya.
Ha-ni tahu Jun-gu bermaksud baik, tapi ia benar2 merasa malu. Ha-ni, Min-ah dan Ju-ri harus mengendap-endap agar tidak terlihat teman-temannya.
Sayangnya, Jun-gu sudah melihat Ha-ni dan menariknya mendekat, dan terus saja berbicara lewat mic untuk meminta sumbangan. Tepat pada saat itu Seung-jo lewat.
Ha-ni memilih tidak mempedulikan Seung-jo. Tapi Jun-gu justru menyalahkan Seung-jo untuk apa yang terjadi.
Seung-jo berkata, gempa bumi yang sudah menghancurkan rumahnya. 
Jun-gu membalas, iya itu benar, tapi kau bersalah karena membuat gempa bumi dalam hatinya dan melukai hatinya! wow..Jun-gu..
Seung-jo merogoh kantungnya dan mengeluarkan dua lembar uang, 20 ribu Won (sekitar 150 ribuan) dan hendak memasukkannya ke kotak sumbangan yang disiapkan Jun-gu. Ha-ni melihat itu dari balik pilar dan ia merasa terhina.


Ha-ni : Aku tidak akan mengambil uangmu, aku tidak membutuhkannya.
Seung-jo : Baik, aku menghargainya. Seung-jo memasukkan uangnya kembali ke dompetnya dan akan pergi. Ia sama sekali tidak terpengaruh. 

Ha-ni kesal dan ia marah : siapa kau? memandang rendah orang seperti itu? Aku yakin, bagimu semua anak di sini terlihat idiot, kan? Kau pikir kau bisa mengejek kami. Apa kau begitu hebat? Jadi IQ-mu tinggi? Kau siswa yang baik? Kau tampan dan tinggi!
Ha-ni nekat : Aku juga bisa melakukan-nya! aku hanya tidak mau repot-repot belajar!
Seung-jo : Buktikan itu.
Ha-ni menelan ludah, ia berkata akan mendapatkan nilai tinggi di ujian mendatang dan akan mendapat tempat di ruang belajar istimewa itu.
Semua kaget mendengarnya, Seung-jo juga tidak percaya Ha Ni bisa melakukannya, Seung-jo bahkan berkata jika memang bisa maka ia akan menggendong Ha-ni di punggung satu kali keliling sekolah.
Ha-ni sebenarnya bersorak dalam hati tapi ia tetap berusaha kalem, dan berkata setuju.

Peristiwa gempa bumi itu disiarkan televisi, dan dalam satu siaran, ayah Ha-ni juga di-shoot. Teman lama ayah Ha-ni melihatnya dan kaget, ia langsung menghubungi temannya itu dan memintanya tinggal di rumahnya untuk sementara. Sampai mereka mendapatkan tempat tinggal baru.
Ayah Ha-ni senang sekali, karena akan bertemu kembali dengan sahabat lamanya, mereka sudah kehilangan kontak ketika keluarga itu pindah ke Seoul.
Ha-ni dan ayahnya tiba. Ha Ni mengagumi rumah mereka yang besar, ayah..temanmu itu pasti orang kaya.


Ha Ni dan ayahnya disambut dengan hangat oleh teman ayah Ha Ni. Teman ayah bernama Su Chang dan istrinya bernama Geum Hee, masih muda dan cantik, juga ramah dan langsung menyayangi Ha Ni.
Su Chang berkata kalau Ha Ni jauh lebih cantik dari fotonya. Geum Hee mengaku ia sangat ingin tahu mengenai Ha Ni dan ia tidak tahan, akhirnya Geum Hee mencari Ha Ni di sekolah. Ha Ni menyadari, Geum Hee adalah wanita aneh yang mengambil gambarnya tadi pagi.
Geum Hee lalu memanggil anaknya untuk membantu membawakan barang2 bawaan Ha Ni dan ayahnya ke dalam rumah.


Ha Ni keluar dan mengeluarkan koper-koper dari mobil dengan gembira. Ha Ni mendengar seseorang mendekat dan tanya, apa kau perlu bantuan? Ha Ni merasa ah itu pasti putra Ny. Baek yang dipanggil tadi dan Ha Ni berbalik...lalu terdiam.
Kemudian Ha Ni teriak! Seung Jo berdiri di depannya! Ha Ni mengontrol nafasnya dan juga rasa terkejutnya, kau! kau..apa yang kau lakukan disini?

Seung Jo : Aku tinggal disini, ini rumahku.
Ibu Baek memanggil dari speaker: Seung Jo, Ha Ni, ayo masuk ke rumah!
Ha Ni terpana, ia tidak percaya, ia akan tinggal serumah dengan Baek Seung Jo! tapi sampai kapan...?

2 komentar:

Unknown mengatakan...

waaaaaaw aku penggemar beratnya ituuuuuuuu

Unknown mengatakan...

aku suka banget. sekarang tayang di RTV setiap jam 2.30 an gitu. saya sampai keluapaan tidur siang menonton siaran filem korea kesukaan ku

Posting Komentar